Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Diary 1 Desember 2015 (Part 2)

Pertemuan singkatku dengan Seongjae ku anggap sebagai hal yang tak terlalu penting untukku. Setahun kemudian aku datang lagi ke Korea. Agensi musik Kang Junu menyukai gaya bermusik ku. Tahun ini pun aku diminta datang kembali untuk sebuah project yang sedikit lebih besar dari sebelumnya. Kali ini tidak ada yang menjemputku karena aku merasa sudah tau jalan kesana dan aku juga ingin jalan-jalan sebentar. Ku telusuri jalan-jalan di pusat kota Seoul. Sebenarnya tujuanku hanya satu. Membeli CD asli beberapa artis idolaku. Apakah aku berlebihan? Tidak. Bagi pencinta musik membeli CD asli adalah suatu keharusan. Ku masuki salah satu toko CD yang menurut info dari Yoomi adalah yang terlengkap di Seoul. Saat aku tengah mencari album lawas TVXQ, seseorang tiba-tiba memanggilku. “Khanza-shi?” Aku sedikit terkejut mendengarnya. Saat ku melihatnya, aku merasa mengenal dirinya tapi aku lupa dimana aku pernah bertemu dengannya. “Kita pernah bertemu di bandara.” “Seongjae-shi?” “S...

Diary 1 Desember 2015 (Part 1)

“Kamu ga bisa selamanya berdiri di tengah-tengah jembatan. Kamu harus memilih mau jalan ke arah mana untuk sampai di tujuan kamu.” Kata – kata itu begitu menohok diriku. Aku tak mampu berkata apapun. Malam itu aku merenungkan setiap kata yang ia ucapkan dan aku sadar semua yang ia katakan benar. Ingatanku pun kembali ke masa dimana semua masalah ini bermula. Tiga tahun lalu tepatnya di bulan November untuk pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di negeri ginseng Korea. Salah satu negeri impianku, tempat dimana budaya K-pop berada. Sejujurnya aku ini memang penggemar berat musik korea. Sepertinya aku tak perlu mengatakan alasannya karena kalian pasti sudah tahu. Oke lanjut ke cerita. Alasanku berkunjung ke Korea bukanlah alasan klise seperti liburan atau ingin menonton konser idol korea karena aku memang tak punya cukup uang untuk itu. Aku harap kalian percaya jika aku mengatakan ini. Salah satu penyanyi disana tertarik dengan aransemen musik yang ku buat saat aku mengcover lag...

Cinta Puncak Monas

            “Eh, tahun baruan pada punya rencana apa nih?’ tanya Anum             “Gue mau pulang kampung ke Garut. Cewek gue udah kangen berat.” Sahut Umar             “Gue sih disini aja. Dita ngajak gue ke rumahnya. Katanya sih mau dikenalin sama bokapnya. Canggih kan. Kalo lo, Num?” ucap Farhan             “Gue mau candle light dinner sambil liat kembang api di atas langit luas.” Ujarnya sok romantis.             Davi mendengarkan percakapan itu dengan muka kusut. Cuma dia yang belum punya pacar di geng Chaton. Ia pun meratapi nasibnya yang masih JS alias Jomblo Sengsara.             “Dav, jangan kusut gitu dong. Muka lo keliatan serem.” Ujar ...

Adegan Terakhir

            Saat ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Ada saat dimana cinta datang tiba-tiba, ada pula saat dimana cinta pergi tiba-tiba. Kita hanya bisa menunggu bagaimana sang waktu akan membawa kita.             “Minha, manajer minta ketemu sama kamu sekarang.”             “Sekarang? Hari ini aku kan libur?”             “Duh... cepetan deh kesini. Dia bilang ada tawaran bagus.”             “Iya deh. Aku kesana se...”             Tut...tut...             “Kebiasaan banget orang ini.”             Malas-malasan Minha bangun dari te...