“Eh,
tahun baruan pada punya rencana apa nih?’ tanya Anum
“Gue mau
pulang kampung ke Garut. Cewek gue udah kangen berat.” Sahut Umar
“Gue sih
disini aja. Dita ngajak gue ke rumahnya. Katanya sih mau dikenalin sama
bokapnya. Canggih kan. Kalo lo, Num?” ucap Farhan
“Gue mau
candle light dinner sambil liat kembang
api di atas langit luas.” Ujarnya sok romantis.
Davi
mendengarkan percakapan itu dengan muka kusut. Cuma dia yang belum punya pacar
di geng Chaton. Ia pun meratapi nasibnya yang masih JS alias Jomblo Sengsara.
“Dav,
jangan kusut gitu dong. Muka lo keliatan serem.” Ujar Anum
“Gue
pusing ndengerin omongan kalian.”
“Bikin resolusi dong biar ga jomblo terus.”
“Maksud
lo?”
“Maksud
gue, lo harus nembak Alisa. Ntar keburu digebet orang.”
Alisa.
Ah, gadis itu. Sudah hampir setahun hati Davi dipenuhi oleh bayangannya.
Tetangga barunya itu telah membuat Davi percaya akan pepatah “Cinta pada
Pandangan Pertama.” Tutur katanya, sikapnya, akhlaknya sangat sempurna di mata
Davi.
Tiba-tiba
HP Davi berbunyi. Sesaat setelah membaca pesan singkat itu, ia buru-buru pergi.
“Mau
kemana lo?” tanya Umar
“Ada
urusan penting. Assalamualaikum.”
“Wa’alaikumussalam.”
Jawab geng Chaton kompak.
Sebelum
sampai tujuan, Davi menyisir rambutnya biar kelihatan oke. Sampai di taman, ia
celingukan mencari seseorang.
“Kak
Davi.” Seru seseorang
“Hai
Al.” Balas Davi sambil menoleh ke belakang.
“Besok
kak Davi sibuk ngga?”
“Ngga
tuh. Kenapa?”
“Alisa
mau ngajak kak Davi jalan.”
Davi
melongo mendengar ajakan Alisa. Gue ngga salah denger kan? batin Davi.
“Kak
Davi ngga mau ya?”
“Siapa
bilang? Apapun yang kamu minta pasti aku kabulkan.”
“Kalau
gitu besok kak Davi jemput Alisa ya di sekolah. Bye.”
Hari
yang ditunggu tiba. Davi sudah bersiap di depan gerbang sekolah Alisa. Ia gugup
saat melihat gadis mungil itu berlari kecil menghampirinya.
“Ayo
jalan.” Ucap Alisa sambil menggandeng tangan Davi.
Malamnya
geng Chaton kumpul di rumah Davi.
“Gimana
kencan pertama lo?” tanya Farhan
“Krupuk.”
“Maksud ente?”
“Iya
krupuk. Garing. Ternyata si Alisa ngajak gue jalan cuma buat manas-manasin
mantannya. Dia mau ngebuktiin kalo dia udah ngelupain mantannya itu. Bete gue.”
“Lo mau
nyerah ngejar Alisa?”
“Ga ada
istilah menyerah di kamus otak gue. Lo liat aja nanti.” Sahut Davi penuh arti.
Tahun
baru semakin dekat. Semua orang kelihatan sibuk. Geng Chaton juga sibuk
mempersiapkan acaranya masing-masing. Umar udah beres-beres mau pulang kampung.
Farhan sibuk belajar ngomong sopan biar terkesan cowok baik-baik. Anum sibuk
survey lokasi yang cocok buat candle light dinnernya. Sementara Davi, dia
bolak-balik ke Monas. Usut punya usut, ternyata si Alisa pengen tahun baruan di
Monas. Info penting ini ia dapat dari bang Janu, kakak Alisa.
“Gue
bakal ngasih kejutan ke Alisa. Gue yakin dia bakal klepek-klepek sama gue. Lo
semua liat aja nanti. Kejutan ini pasti bakalan jadi trend.”
Geng
Chaton saling pandang. Tak tahu apa maksud Davi.
Di rumah Alisa
“Alisa
udah punya rencana tahun baruan belum?”
“Belum.”
“Err. .
gini kakak mau ngajak kamu nonton konser di Monas. Denger-denger sih konsernya
bakal megah.”
Raut
wajah Alisa berubah gembira. “Alisa mau ikut dong. Udah lama nih pengen ke
Monas.”
“Oke
kalau gitu besok malam kakak tunggu ya.”
Suasana
Monas padat merayap. Jalananpun jadi ikut macet. Davi yang awalnya good mood
mendadak jadi bad mood. Untung ada Alisa. Kata-katanya bikin Davi damai.
Senyumnya, aih, ga usah dijelasin deh.
Syukurlah
mereka tiba tepat waktu. Konsernya masih lama dimulai. Davi emang sengaja pergi
lebih awal. Sambil ngajak Alisa keliling Monas, satu per satu stand yang ada di
Monas mereka masuki. Sampai akhirnya mereka tiba di satu stand yang kelihatan
berbeda dari yang lain. Di stand itu siapapun boleh mengekspresikan dirinya
melalui lagu. Panggung kecil telah dipersiapkan. Hanya dengan 10 ribu, siapapun
bisa berekspresi. Alisa terlihat sangat antusias.
“Al, aku
ke toilet bentar ya. Udah ga tahan nih.”
“Jangan
kelamaan ya kak.”
15 menit
setelah Davi pergi, seorang pria bertopeng naik ke atas panggung. “Lagu ini
saya persembahkan untuk seseorang yang sangat spesial. Hai beautiful girl,
please hear me.”
Pemuda
itu mulai memetik gitarnya dab terlantunlah sebuah lagu. Alisa sedikit
terkejut. Itu adalah lagu dari boyband favoritnya, TVXQ.
You only love, my love
Penonton
bertepuk tangan. Pemuda itupun membuka topengnya. Alisa semakin terkejut saat
tahu Davi yang berada disana.
“Alisa,
aku tulus sayang sama kamu. Will you be
my girlfriend?”
Penonton
bertukar pandang. Penasaran dengan wanita mana yang dimaksud Davi. Lama tak ada
respon. Davi mulai takut. Jangan-jangan Alisa pergi karena malu. Tiba-tiba
terdengar suara seseorang menyanyikan lagu yang sama.
“Alisa.”
Ucap Davi lirih
Sambil
menyanyi Alisa mendekati Davi dan membisikkan sesuatu. Mata Davi terbelalak.
Langsung dipeluknya gadis itu dan tepuk tangan penonton pun semakin keras.
Suara petasan pun semakin meramaikan
suasana.
Mulai
sekarang geng Chaton udah bisa kuartet date, batin Davi

Komentar
Posting Komentar