Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Diary 1 Desember 2015 (Part 1)

“Kamu ga bisa selamanya berdiri di tengah-tengah jembatan. Kamu harus memilih mau jalan ke arah mana untuk sampai di tujuan kamu.” Kata – kata itu begitu menohok diriku. Aku tak mampu berkata apapun. Malam itu aku merenungkan setiap kata yang ia ucapkan dan aku sadar semua yang ia katakan benar. Ingatanku pun kembali ke masa dimana semua masalah ini bermula. Tiga tahun lalu tepatnya di bulan November untuk pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di negeri ginseng Korea. Salah satu negeri impianku, tempat dimana budaya K-pop berada. Sejujurnya aku ini memang penggemar berat musik korea. Sepertinya aku tak perlu mengatakan alasannya karena kalian pasti sudah tahu. Oke lanjut ke cerita. Alasanku berkunjung ke Korea bukanlah alasan klise seperti liburan atau ingin menonton konser idol korea karena aku memang tak punya cukup uang untuk itu. Aku harap kalian percaya jika aku mengatakan ini. Salah satu penyanyi disana tertarik dengan aransemen musik yang ku buat saat aku mengcover lag...

Cinta Puncak Monas

            “Eh, tahun baruan pada punya rencana apa nih?’ tanya Anum             “Gue mau pulang kampung ke Garut. Cewek gue udah kangen berat.” Sahut Umar             “Gue sih disini aja. Dita ngajak gue ke rumahnya. Katanya sih mau dikenalin sama bokapnya. Canggih kan. Kalo lo, Num?” ucap Farhan             “Gue mau candle light dinner sambil liat kembang api di atas langit luas.” Ujarnya sok romantis.             Davi mendengarkan percakapan itu dengan muka kusut. Cuma dia yang belum punya pacar di geng Chaton. Ia pun meratapi nasibnya yang masih JS alias Jomblo Sengsara.             “Dav, jangan kusut gitu dong. Muka lo keliatan serem.” Ujar ...